Showing posts with label penelitian. Show all posts
Showing posts with label penelitian. Show all posts

Friday, November 5, 2010

cinta seperti kokain

1 Comment
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Syracuse, New York, Amerika Serikat, menemukan bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama adalah benar adanya dan cinta memiliki kekuatan yang bekerja seperti kokain. "Jatuh cinta hanya membutuhkan beberapa milidetik untuk merangsang suatu cairan kimia pada otak, hingga dapat menumbuhkan perasaan cinta setelah memandang seseorang," kata peneliti.

Thursday, October 14, 2010

Jatuh Cinta Bisa Membuat 'Buta'

Be The First To Comment
Dilansir BBC, penelitian oleh Universitas London membuktikan ketika sedang jatuh cinta, bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis agak terganggu. Oleh karena itu istilah 'Cinta buta' benar adanya.

"Pria, menjadi seperti wanita, sedangkan wanita menjadi seperti pria. Sepertinya ala, ingin menghilangkan perbedaan antara pria dan wanita agar mereka bisa bersatu," ujar peneliti asal Italia, Donatella Marazziti dari Universitas Pisa.

Namun ini tak hanya berlaku untuk cinta pada kekasih, kecintaan ibu pada anaknya juga bisa menghasilkan hal serupa. Penelitian ini melibatkan 20 orang yang diminta untuk memberikan pendapat soal orang yang dicintainya.

Sebelumnya, mereka ditunjukkan foto orang tersebut. Perasaan jatuh cinta membuat aktivitas otak yang terkait dengan penilaian kritis menjadi terganggu. Aktivitas yang menimbulkan emosi-emosi negatif pun menjadi berkurang. Tak hanya itu saja, terjadi peningkatan aktivitas di bagian otak yang merespon terhadap reward atau hal-hal baik.

Sedangkan bagian otak yang biasa membuat penilaian-penilaian negatif mengalami penurunan aktivitas. Para responden ini seakan di'buta'kan oleh cinta mereka sehingga penilaian tentang pasangan mereka tak se-obyektif

Penilaian terhadap orang yang dicintai lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan oleh mereka. Nah, yang membedakan antara cinta kekasih dan keluarga adalah, cinta dengan kekasih bisa memicu aktivitas di hypotalamus.

Hypotalamus ini bertugas untuk mengontrol rangsangan yang berbau seksual. Sementara itu, penelitian lain membuktikan, pria dan wanita yang sedang jatuh cinta juga mengalami perubahan hormon. Pria yang sedang jatuh cinta mengalami penurunan hormon testoteron sedangkan pada wanita terjadi peningkatan hormon testoteron. Aktivitas ini terjadi pada enam bulan pertama pasangan tersebut mulai jatuh cinta.

Cinta 'dapat menyembuhkan sakit seperti morfin'

Be The First To Comment
Hai brotha and sista. tahu nggak? ternyatah Love 'can heal pain like morphine' Yupz, Cinta 'dapat menyembuhkan sakit seperti morfin'.

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah menguji teori itu pada 15 mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berada dalam tahap-tahap awal hubungan percintaan. Para mahasiswa yang berasal dari Universitas Stanford, AS, itu sedang berada dalam sembilan bulan pertama hubungan.

Responden ditunjukkan foto-foto dari pasangan mereka sementara sebuah papan yang terhubung dengan komputer mengalirkan panas ke telapak tangan para mahasiswa dan memberikan rasa sakit ringan.

Pada saat yang sama otak dari para mahasiswa itu dipindai menggunakan mesin 'functional magnetic resonance' atau fRMI untuk mengukur aktifitas setiap bagian otak para sukarelawan sepanjang waktu.

Penelitian itu kemudian menunjukkan bahwa perasaan cinta yang dipicu oleh foto sang kekasih berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Sementara melihat foto seorang kenalan atau sahabat yang meski menarik rupanya tidak memberi pengaruh apa-apa.

Telah diketahui sebelumnya bahwa perasaan cinta yang sangat kuat berkaitan dengan aktifitas yang intens dalam beberapa bagian otak. Bagian otak yang terpengaruh itu termasuk yang berhubungan dengan senyawa kimia otak yang disebut dopamin.

Dopamin adalah senyawa kimia otak yang bisa memancarkan sinyal di antara neuron-neuron otak. Dopamin adalah pusat dari sistem 'reward' otak. Sistem 'reward' adalah bagian otak yang memberikan manusia rasa senang.

"Ketika orang sedang bergairah dalam cinta, terjadi perubahan suasana hati yang kemudian mempengaruhi rasa sakit," kata Dr Sean Mackey pemimpin penelitian yang dimual di jurnal PLoS One itu seperti yang dikutip Telegraph.

"Kami sedang mulai menguraikan berapa bagian dari sistem 'reward' itu dan bagaiamana sistem itu mempengaruhi rasa sakit," Mackay menjelaskan lebih lanjut.

Dopamin sangat erat hubungannya dengan kecanduan dan penghilang rasa sakit yang disebabkan oleh konsumsi morfin dan obat-obat bius lainnya - suatu neurotransmitter utama yang mempengaruhi suasana hati, penghargaan dan motivasi'. www.metro.co.uk
 

© 2011 cinta oh cinta... - ToS | Privacy Policy | Sitemap

About Us | Contact Us | Write For Us