Showing posts with label rumah tangga cinta. Show all posts
Showing posts with label rumah tangga cinta. Show all posts

Wednesday, December 8, 2010

yakin mau nikah?

Be The First To Comment
Menikah merupakan salah satu impian setiap wanita. Namun sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan cinta Anda, ada beberapa hal yang harus diketahui.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui para calon pengantin sebelum menjalani bahtera rumah tangga, seperti yang dikutip dari Helium, hari ini.

1. Pandangan pasangan mengenai istri
Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi gaya hidup Anda kelak. Jika Anda adalah wanita karir yang aktif dan sukses, sedangkan pasangan menganggap seorang istri adalah wanita yang 24 jam berada di rumah, hal ini hanya akan menimbulkan konflik. Maka Anda harus memastikan dulu pandangan pasangan Anda mengenai peran seorang istri.

2. Pandangan pasangan mengenai keluarga
Pandangan seseorang mengenai keluarga akan sangat berbeda satu sama lain. Jika Anda menganggap sebuah keluarga tak lengkap tanpa kehadiran anak, sedangkan pasangan menganggap sebaliknya, hanya akan menjadi duri dalam rumah tangga Anda kelak.

3. Kenali cara pasangan menyelesaikan masalah
Saat menjalani pernikahan, masalah yang terjadi akan terasa lebih berat. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahu cara pasangan menyelesaikan masalah. Apakah dia emosional, cuek, atau malah memilih untuk dia seribu bahasa. Ada baiknya juga untuk membicarakan proses penyelesaian masalah dalam pernikahan yang akan Anda jalani nanti. Agar Anda dan pasangan telah menemukan sebuah kesepakatan terlebih dahulu.

4. Ketahui mimpi pribadi pasangan
Pasangan Anda pasti memiliki mimpi pribadinya. Sebgai calon istri, tak ada salahnya untuk mengenal mimpi itu. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa terlibat dalam mimpi tersebut untuk mendukungnya.

5. Ketahui kebiasaan dan sifat buruk pasangan
Anda harus mengetahui sifat dan kebiasaan buruk calon suami. Jangan sampai hal-hal itu akan menjadi sumber masalah dalam hubungan pernikahan Anda nati. Anda juga harus berpikir ulang jika pasangan memiliki kebiasaan buruk yang fatal seperti memukul, minum minuman keras serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang. waspada.co.id

Thursday, December 2, 2010

Tips Saat Akan Bercinta

Be The First To Comment
Para pria belum tentu selalu memahami tentang seluk beluk mengenai "masalah ranjang", kebanyakan dari mereka, ternyata bisa juga berbuat kesalahan saat hendak bercinta.

Berikut ini beberapa tips yang mesti dipahami para pria saat akan bercinta:

1.Butuh persiapan

Tak perlu menyiapkan lilin dan menaburi tempat tidur dengan kelopak bunga mawar, namun untuk menghargai pasangan, siapkanlah tempat yang romantis sebelum bercinta. Mesti ada inisiatif bagi pria untuk menyiapkan suasana yang manis dan tak terlupakan saat akan bercinta, karena wanita menyukai suasana yang romantis, jangan biarkan si wanita meminta terlebih dahulu, tak perlu harus ke hotel mewah, namun manjakanlah dengan suasana yang istimewa saat berada di rumah sendiri.

2.Lakukan foreplay

Berhubungan intim bukan melulu mengenai orgasme semata, tapi juga menjalin kedekatan dengan pasangan, sehingga foreplay atau pemanasan sangatlah penting dilakukan, tak hanya sebagai proses semata. Ciuman yang hot selama beberapa menit dan sedikit modifikasi ciuman bisa menjadi menu pembuka yang menarik bagi para wanita. Jadi jangan langsung menuju menu utama, tetapi nikmati dulu menu pembukanya.

3.Jangan tergesa-gesa

Melakukannya tahap per tahap dengan penuh cinta akan terasa sangat menyenangkan bagi si wanita, terutama saat menikmati momen-momen intim, dan mendengarkan setiap degupan jantung yang berpacu seiring irama.Jadi, lakukanlah secara perlahan dan penuh cinta.Santai aja Bos.

4.Mengerti isyarat wanita

Wanita memang tak selalu to the point soal urusan seks, bahkan masih sering malu-malu mengajak pasangannya untuk melakukan hubungan intim, maka dari itu terkadang wanita lebih sering menunjukkan keinginannya lewat kode atau isyarat, namun seringkali diabaikan para pria, karena sedang asyik dengan kegiatan sendiri. Isyarat itu seperti pelukan dari belakang, ciuman di daerah pribadi atau sekedar bisikan romantis "I love you". Jadi jangan abaikan isyarat dari pasangan anda, karena pada dasarnya wanita adalah makhluk pemalu, yang mengutarakan isi hatinya lewat isyarat tubuh, mungkin merasa tak nyaman saat itu.Oke Jek.

5.Jangan gonta ganti gaya

Tidak ada salahnya mencoba gaya baru, tetapi biarkan dulu kedekatan terjalin saat mencoba gaya baru. Jika memang terasa tak nyaman, barulah mencoba gaya lain, namun, jangan terlalu sering mengganti gaya, karena si wanita jadi lebih mudah bete. Jadi Kalau baru dapat ilmu baru dari film atau bocoran dari teman, jangan langsung diterapkan begitu saja, diskusikan dahulu, kalau oke...baru sikat bleh.

6.Hormati pasangan anda

Jangan bertindak kasar dan mengucapkan kata-kata kasar saat sedang berhubungan intim, namun bersikap lembut dan melakukan bisikan-bisikan cinta adalah bumbu yang istimewa bagi wanita dan jangan perlakukan wanita ibarat seperti sebuah benda atau budak, abis pake buang. Emang apaan.

7.Terlalu otoriter

Para pria kerap kali beranggapan bahwa wanita adalah sosok yang patut diperintah, tak hanya di luar ruangan, tetapi juga di atas ranjang. Ini kurang baik, seharusnya perlakukanlah wanita sebagai seorang partner, bukan bawahan yang patut diperintah seenak hati. Jadi jika menginginkan sesuatu, mintalah dengan baik atau lakukan berdua tanpa harus banyak perintah.Biar sama-sama enak.

8.Jangan enak sendiri

Wanita juga memiliki daerah sensitif yang lain selain organ intim, atau sering di sebut hot spot, seperti puting, telinga, pinggang dan pinggul. Menyentuh bagian tersebut juga tak kalah pentingnya, karena akan memberikan kenikmatan lebih banyak berdua. Rasanya dobel gitu.

9.Jangan sok pede

Percaya diri itu memang penting, namun jangan selalu menganggap si wanita merasa sudah puas, padahal tak pernah menanyakannya terlebih dahulu. Sesekali tanyakan pada si wanita, apakah sudah puas, apakah ingin lebih, di mana ia ingin disentuh, dan sebagainya. Dengan demikian, Anda berdua sama-sama bisa memperbaiki diri, ga ada yang sok tau.

10.Akhiri dengan afterplay

Karena capek, seringkali setelah bercinta langsung tertidur tanpa pedulikan pasangan, parahnya lagi saat dibangunkan kita terkadang langsung marah dan tak bersikap semanis sebelumnya.Jadi inilah pentingnya afterplay, yakni momen di mana setelah berhubungan intim, pasangan akan bercerita, saling memassage, dan menikmati keintiman yang tak kalah penting dari menu utama. Jadi lakukanlah afterplay, ibarat menu dessert, sangat baik dilakukan sebelum beristirahat atau tidur, karena di sinilah pasangan akan merasa lebih dekat dan nyaman satu sama lain.Selamat bercinta. .wartanews.com

Monday, November 29, 2010

Seks, Bukan Sekedar Alat Berkembang Biak

Be The First To Comment
Ironis, miris! Itu kata-kata yang keluar tanpa sadar, meluncur begitu saja dari mulut saya, ketika melihat kenyataan sepasang anak manusia saling mencaci dan membunuh nurani sendiri, hanya karena seks! Mereka tidak malu lagi untuk bertengkar di depan muka saya. Risih rasanya kena hamparan energi 'busuk' dari rasa marah dan benci sepasang anak manusia.

Ini kisah sepasang pengantin yang masih muda usia. Pernikahan mereka baru berjalan tahun ketiga. Mereka memiliki anak mungil yang cantik berusia dua tahun. Pasangan ini datang dengan kendaraan masing-masing, sebagai ciri orang yang sedang ber-'problem relasi'.

Terkesan sekslah yang menjadi biang keladi dari masalah mereka. Seks pula yang membuat mereka 'terpaksa' terikat menjadi sepasang suami istri. Karena seks pula, lahir seorang anak di antara mereka.

Mereka setuju, masalah yang mereka hadapi, dituliskan untuk media masa. Diharapkan, banyak pasangan belajar dari masalah mereka dan terhindar dari neraka dunia yang diciptakan sendiri.

Karena seks, seseorang akhirnya 'ditangkap' untuk menikah! Mereka akhirnya dinobatkan menjadi sepasang suami istri dengan keadaan wanita sudah mengandung enam bulan. Janin tersebut hasil perbuatan seks yang tidak direncanakan. Perbuatan seks ini tidak didasari cinta kasih, hanya sekedar pelampiasan birahi dan rasa ingin tahu akan rasanya.

Ketika mereka resmi hidup serumah dengan 'label' suami istri, mereka kaget dengan segala yang mereka hadapi. Mulai dari kebiasaan masing-masing sampai jalan pikiran. Tidak satupun yang mereka dapatkan untuk bisa hidup harmonis. Kemana keromantisan saat mereka mampu mencetak seorang janin di antara mereka?

Kelahiran anak tak berdosa di antara mereka, tidak bisa membuat mereka menjadi sepasang orang tua yang memberi kenyamanan hidup untuk jiwa anaknya. Akhirnya, mereka memilih jalan hidup masing-masing tetapi tinggal dalam satu atap. Karena, hukum masyarakat kita masih banyak yang menabukan perceraian!

Pisau Bermata Dua
Saat ini, aktivitas untuk menyalurkan kebutuhan biologis sebagai pasangan suami istri sudah tidak pernah dilakukan. Mereka lebih sering saling menyakiti daripada berkasih mesra. Dalam keseharian, mereka kadang membawa pacar masing-masing ke rumah.

Seks merupakan aktivitas fisik dan psikis yang bermata dua, bisa menjadi obat yang ampuh, tetapi bisa menjadi senjata yang mematikan bagi jiwa. Seks yang dilakukan sembarangan, apalagi dengan keadaan setengah mabuk karena minuman dan arena pergaulan 'bebas', akan membuat bencana hidup untuk selanjutnya.

Demikian juga yang terjadi dengan pasangan contoh ini. Mereka tidak sadar melakukan hubungan seks tanpa rencana. Padahal, yang mereka lakukan bisa membuahkan seorang anak manusia dan sebagai orang tua, mereka harus bertanggung jawab.

Kita seharusnya sadar, melakukan seks bisa mengakibatkan kehamilan. Jika melakukan hubungan seks sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis, berhubungan badan, sebaiknya pakailah alat pencegah kehamilan. Hal ini, tentu saja, jika dilakukan dalam kondisi sadar, ingin melakukan hubungan seks tanpa ingin mengakibatkan kehamilan.

Kita mempunyai tubuh dan pikiran. Sebagai manusia yang hidup dengan berkesadaran, kita yakin hukum sebab akibat yang menjadi dasar kehidupan manusia ada pada kita. Setiap aksi kita pasti menimbulkan reaksi positif dan negatif untuk kehidupan itu sendiri.

Nah, isilah kehidupan rumah tangga kita dengan kenikmatan yang diberi Tuhan. Yaitu, hidup sebagai pasangan yang bisa menciptakan surga duniawi. Artinya, melakukan hubungan seks dengan makna “bercinta” dengan segenap jiwa raga, bukan melakukan seks hanya karena mau! Tetapi harus ada arti yang mendalam untuk jiwa kita.

Makna Hubungan Seks
Dalam aliran Tantra, Kamasutra, TAO, dan sejenisnya, kita diajarkan bahwa energi yang saling bertukar ketika aktivitas seks dilakukan akan mengalir keseluruh jiwa kita dan mengisi setiap relung sanubari. Disinilah rahasianya, mengapa orang yang mengumbar hawa nafsunya untuk melakukan hubungan seks dengan sembarang orang, jiwanya serasa berhutang terus! Berhutang pada keyakinan bahwa seks tidak bisa menenangkan jiwanya! Seks hanya aktivitas fisik, sama seperti olah raga yang menghasilkan gesekan dan keringat dan lenguhan kepuasan semu yang sesaat.

Seks seharusnya menjadi arena peleburan batin dua orang yang saling mencintai. Sebab cinta mengajarkan pasangan untuk mengalirkan energi, lebih dari sekadar sentuhan fisik. Sehingga, pasangan yang bercinta dengan batin, akan merasakan hubungan medan elektrik itu. Bahkan, medan elektrik tersebut masih terasa ketika mereka tidak bersentuhan atau tidak berada dalam tempat yang sama.

Dalam istilah Jawa kuno, hubungan seks dinamakan Asmaragama. Asmara berarti percintaan dan gama berarti senggama. Dengan demikian, kita memaknai seks itu seni bercinta yang memadukan dua tubuh dan dua jiwa pelakunya.

Banyak orang terbiasa melakukan hubungan seks dengan banyak orang dan tidak terikat perasaan dan emosi. Tetapi jiwa mereka tetap merasa kosong jika belum melakukan hubungan seks dengan orang yang benar-benar dicinta dan yang mengisi seluruh lubuk hatinya. Disinilah, kita melihat perempuan atau lelaki yang hanya melakukan hubungan seks sekedar melampiaskan nafsu birahi, sebagai ajang saling menggesek kulit.

Jadikanlah hubungan seks sebagai perbuatan berkasih sayang yang bertanggung jawab! Bukan saja pada diri sendiri, juga pada orang lain. Hanya dengan berkesadaran dengan cinta kasih maka seks pantas dilakukan. Jangan pernah mengadaikan perasaan cinta untuk seks sesaat.

Jangan membuat hidup kita menderita karena seks. Seks adalah kebutuhan biologis setiap manusia. Dengan seks kita belajar mengontrol emosi, belajar memahami orang lain, belajar mengendalikan ego, dan belajar menyatukan kejiwaan kita menuju hidup harmonis.

Seks bukan sekedar alat untuk berkembang biak. Tetapi, seks adalah tanggung jawab jiwa yang akan menentukan nasib generasi-generasi selanjutnya. Jangan melakukan hubungan seks karena sekedar 'iseng' dan mau! Tapi sadarilah, dengan melakukan hubungan seks, kita sudah bertukar energi kejiwaan dengan pasangan 'main'. Disitulah kita melakukan keterikatan energi yang tidak terlihat mata fisik dan jiwa kita bertanggung jawab atas perbuatan fisik yang kita dilakukan! detik.com

Sunday, November 28, 2010

Mengajarkan Anak untuk Berbagi

Be The First To Comment
Pada saat berbagai bencana melanda negeri kita seperti sekarang, semua orang terketuk hatinya untuk menyumbang, atau berbagi, kepada para korban bencana. Berbagai institusi, maupun orang secara pribadi, turut menggalang dana maupun materi dalam bentuk lain, untuk membantu para korban.

Tetapi, ketika kita kembali ke kehidupan kita sehari-hari, masih ingatkah kita untuk berbagi? Bukankah masyarakat yang kekurangan tidak hanya muncul saat bencana melanda saja? Tidakkah di sekitar kita pun masih banyak keluarga yang tidak dapat menikmati kehidupan yang layak? Berbagi juga bisa kita lakukan pada mereka, yang sehari-hari masih belum mampu memenuhi kebutuhan gizinya, misalnya.

"Berbagi itu juga tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Apa yang kita berikan mungkin kecil bagi kita, tapi besar artinya untuk mereka. Ketika kita melihat orang yang kita bantu itu merasa senang dengan bantuan kita, ada kebahagiaan yang sempurna yang kita rasakan," tutur Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager Orangtua Group, saat talk show "Through Mom, We Can See the Miracle of Giving", yang diadakan oleh Tango di Kidzania, Pacific Place, Sabtu (27/11/2010).

Banyak manfaat lain yang kita dapatkan dengan kebiasaan berbagi, antara lain, kita jadi pandai bersosialisasi dengan orang lain, mendapatkan rasa aman, damai, memiliki rasa cinta yang besar, dan berdaya. Menurut hasil penelitian, orang yang senang berbagi juga akan menghasilkan hormon endorfin.

"Hormon inilah yang berperan memberikan imunitas pada tubuh, sehingga tubuh memulihkan diri lebih cepat setelah operasi, dan mampu istirahat lebih optimal," lanjut Dra Rustika Thamrin, Psi, CBA, CHT, CI, MTLT, pada acara yang sama.

Untuk menciptakan kebiasaan untuk berbagi, Anda perlu mengajarkan kebiasaan ini pada anak sejak dini. Peran Anda sebagai ibu sangat besar dalam menularkan kebiasaan untuk berbagi. Sebab sebagai ibu, Anda punya kedekatan emosi yang lebih besar dengan anak. Umumnya, ibu juga mempunyai waktu lebih banyak bersama anak. Sebagai perempuan, Anda juga dikaruniai kemampuan untuk mencurahkan kasih sayang, lembut, dan detail.

"Yang perlu Anda lakukan adalah memberi contoh pada anak, karena sampai usia 5 tahun, anak adalah peniru yang ulung. Ketika perilaku ini dilakukan secara terus-menerus, lama-lama akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter," ujar psikolog yang berpraktik di Brawijaya Women and Children Hospital ini.

Rustika juga mengingatkan, memberi tidak harus berupa materi. Berbagi juga bisa diberikan dalam bentuk perhatian, senyuman, waktu, ketrampilan, sentuhan, harapan, saran, pengetahuan, dan lain sebagainya.



Menurutnya, waktu yang tepat untuk mengajarkan anak untuk berbagi adalah saat usianya 3 tahun. Sebelum usia itu, anak masih egosentris, sehingga belum memiliki konsep untuk berbagi. "Jangan memaksanya untuk berbagi, karena bila terpaksa, imej berbagi itu menjadi negatif," katanya.

Orangtua hanya perlu memberi contoh dan saran, bukan mengambil alih keputusan anak untuk berbagi. Biarkan anak menentukan sendiri bagaimana ia harus berbagi, karena bagaimanapun ia masih dalam proses belajar untuk itu. Bahkan, beri juga kesempatan pada anak untuk tidak berbagi. Jangan lupa memberikan penghargaan saat anak mau berbagi, misalnya dengan memberi pujian, senyuman, pelukan, atau ciuman.

Akan lebih baik bila Anda membuat program bersama keluarga dengan berbagi. Contohnya, dengan menjadwalkan waktu tertentu untuk berkunjung ke panti asuhan, atau memberikan susu kotak, atau cemilan bergizi lain di Posyandu. Karena dilakukan secara ajeg, berbagi pun akhirnya menjadi kebiasaan. kompas.co.id

Monday, November 22, 2010

Ciuman Dapat Mengasah Kecerdasan Emosi Anak

Be The First To Comment
Ciuman hangat dari kedua orang tua pada si buah hatinya, secara tidak langsung dapat mengasah kecerdasan emosi bagi sang anak.

"Yang dimaksud di sini adalah ciuman yang menunjukkan rasa kasih sayang pada anak. Bisa dilakukan kapan saja, semakin sering maka semakin baik," kata Rusdiah Agustina SPsi, SPdI, konsultan psikologi anak dan keluarga, di Gorontalo, Kamis.

Ia menyebutkan, tidak hanya ciuman, namun pelukan atau belaian dan kata-kata lembut juga dapat menstimulasi kecerdasan emosi sang anak.

Selain itu juga pujian, tepuk tangan, atau ucapan terima kasih atas perilaku baik yang ditunjukkan oleh anak, juga dapat menunjang hal tersebut.

Semua itu, lanjut dia, dapat dilakukan orang tua kepada anaknya yang usia balita maupun setelahnya.

"Ciuman dan pujian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif," kata pengasuh acara psikologi anak dan keluarga di Radio Kosmonita FM Gorontalo itu.

Dikatakan, jika sang anak berbuat hal negatif, atau sesuatu yang membahayakan dirinya maupun orang lain, maka sebaiknya orang tua tidak serta merta mengeluarkan kata-kata keras atau kasar terhadapnya.

"Berikan dia nasehat dengan bahasa sederhana sambil dibelai atau dipeluk," kata dia.

Selain itu, pemberian hukuman juga dinilainya perlu, sepanjang itu bersifat mendidik, dan tidak dilakukan secara fisik, ujar Rusdiah menambahkan. antaranews.com
 

© 2011 cinta oh cinta... - ToS | Privacy Policy | Sitemap

About Us | Contact Us | Write For Us