Masih jelas mengendap dalam ingatan aku waktu itu … kala pagi tiba dibopong mama (eh simbok ding) diantar di sumur (eittsss jangan berpikiran mau dimasukan dalam lubang buaya yack
setelah acara jalan-jalan selesai lalu semua di suruh ke kelas … suruh pejamkan mata sebentar sambil dinyanyiin niina boboook ohhh ninaaa bobok … kalau tidak bobook … TAK CAKOT … ha haaaa … nggaklah … kalau tidak bobok digigit nyamuk senandung buguru yang nggak merdu-merdu amat sih nyanyinya
Nah sesaat kemudian … taraaaaaaaaa … tibalah yang ditunggu-tunggu … 4 sehat lima sempurna … hmmmm …
lagu yang masih terngiang-ngiang dikepalaku sampai saat ini adalah lagu taman kanak-kanak (ya iyyalah … tuh lagu wajib sebelum pelajaran
“taman yang paling indah hanya taman kami taman kanak-kanak”. Dan kini di hari ini … menurut kuh … lagu itu perlu di revisi … “taman yang paling indah hanya taman nanti taman taman-taman surga”
menurut sebuah sumber yang tidak perlu diragukan lagi kebenaran sumber dan maknanya (apalagi klu buka Al-Qur’an) ternyata di surga itu para penghuninya makan, minum, berhubungan, berpakaian, dan bersenang-senang. Allah berfirman:
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, ceret dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (TQS. al-Waaqi’ah [56]: 17-24)
Dan pakaian mereka adalah sutera. (TQS. al-Hajj [22]: 23)
Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (TQS. al-Insan [76]: 21)
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. (TQS. al-Insan [76]: 5-6)
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (naungan pohon-pohon surga itu) dekat diatas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. (TQS. al-Insan [76]: 12-16)
Bro and Sis … mari kita berlomba-lomba untuk menggapainya … semoga Allah berkenan mengampuna segala dosa-dosa kita dan memasukkannya dalam surganya yang begitu indahnya.